Friday, March 20, 2009

dErMaGa kEpEdiHan

Pundakku terasa begitu berat, aku tak benar-benar yakin sejak kapan

Penat menghimpitku di antara dinding dinding kegelisahan dan kesedihan
Aku seperti matahari di ujung senja, separuh siang, separuh malam, terbenam di antara asa dan putus asa, harapan dan kegagalan

Di sini, di dermaga ini, aku tak bisa menghapus jelaga bayangmu, yang terus membusung ronta menjadi bebatu yang tak henti hantami rindu


Aku masih ingat, di saat tak ada lagi yang dapat ku sebut pelangi, hanya dirimu bingkai sutera yang dapat memberi warna pada langitku. Pada endusan awan dan pusaran kebekuan mentaripun, tak ada lagi yang dapat menyisakan gelombang selain engkau, yang mampu menyabit getar-getar badai. Dan engkau pula yang mampu mengejar musim yang berlari menapaki tepi di dasar hatiku. Di sini

Tapi semuanya telah jauh dari jangkauan, sejauh waktuku menanti
Aku tenggelam dalam kecemasan
Aku tertidur dalam kelelahan

Kadang aku bertanya, dapatkah kau hirup napas cinta yang ku hembuskan? Ataukah lenyap begitu saja bersama bayu? Dan akhirnya tak tersisa lagi cinta dalam paru-paru hatiku. Karena cinta yang kuberikan untukmu adalah satu-satunya cinta yang kusimpan

Adakah yang dapat ku lakukan selain berlari ke laut dan mendengar kidungan ombak nan indah. Duduk di sana dan merasakan belaian angin menusuk persendianku

Meski esok terkadang hanya kelam yang memanjang
Aku bercumbu dengan resah di penghujung subuh
Mengobarkan cinta yang mengabur biru

Di sini aku menanti sapaan fajar, yang akan mengapit tanganku, membawaku melayang di antara birunya langit dan bias-bias hangat sinarnya, dan kemudian terjun ke dasar biru serupa terumbu

Aku takkan menyesal, walau aku akan menjadi ikan yang berenang bebas di birunya samudra

Kelak, jika kau ke laut dan bertemu dengan ikan kecil yang berenang di antara anggunnya terumbu karang, mungkin itulah aku, kekasih...


tHanKs tO A-mEy, yaNg uDah kaSih InsPiRasI

READ MORE - dErMaGa kEpEdiHan

Tuesday, March 10, 2009

Ku sEraHkaN LeMaHkU

Dekap mimpi dalam diamku
Sendiri leburkan jiwaku dalam malam
Sepi sejatiku tuk percaya
Namun dihadapmu tlah ku tunjukkan
Luka dalam bilik malamku

Karena kaulah percayaku pada dunia
Karena dihadapmu tlah kau tatap lemahku
Karena hanya di hatimulah ku kan bersandar
Acuhkan lukaku di gelapnya malam
Kaulah bintang percayaku lewati gelap malamku
READ MORE - Ku sEraHkaN LeMaHkU

Friday, February 13, 2009

JinGga

Nada jingga melayang dihamparan angin
Terbang walau angin dihampa rasa
Ada temeram kalbu jingga terbawa suasana angin
Terbang lebar mengepakkan nada imajinya
Biarkan jingga hiasi lembayung atap dunia sepi
Karna takkan biarkan rapuh disudut gelap
Lalu tengadahkan semua mimpi
Hanya imaji...
Tapi nyata...
Hanya mimpi...
Tapi yakin itu ada
Karena kita melangkah dalam rajutan jala mimpi
Langkah kaki sepasang nada Cinta
Langkah kaki yang semoga jadi langkah kita!!
Suatu ketika nanti...






ThaNks foR mY LuPhLy PeRsOn... tHanKs foR maKe My LiFe FeEl so bEauTiFuLl... ^_^

READ MORE - JinGga

Friday, February 06, 2009

MaTi DaLam KosoNg

Kediaman... Keheningan...
Kehampaan... Kesuraman...
Gapai langit malam tak berbatas tepi
Menanti jawab mengharap nirwana
Pemikiran... Pertimbangan... Pencarian...
Lama mengenal,dalam menghafal...
Terbuai angin tertelan imaji
Sampai kusadar semu menjulang jurang terbentang...
Terperosok dalam lubang hitam lorong cacing tak berujung...
Masa itu tlah lama hilang
Hari lalu tlah lama berganti
Tak sedikit sesal tanpa sesal
Di hari lalu tertutup mutiara hilang
Dalam tanya hati menggundah
Hanya rasa teriris
Menjerit... merintih...
Suara serak... berteriak...
Dan mati dalam kekosongan...




tHanKs To My bRoThEr, ALUL, yG uDah nGiJiNin KaRyaNya uNtuK diMuaT di SiNi

READ MORE - MaTi DaLam KosoNg

Ku pEndaM Rasa

Kuperhatikan semua tingkah lakumu
Kurabaya semua bayangmu,
Ku rasakan semua tawa dan isakmu
Walau tak tersentuh bait menekan kalbu dan mengalir ke hati
Bisu walau ingin mengucap
Kelu walau ingin berkata
Tabu walau ingin mendekat
Ingin kutuliskan pada selembar kertas
Tapi yang ada hanya kebisuan tangan ini
Lemah rasanya jari ini menulis
Aku terpuruk tanpa daya
Hanya bisa memendam semua rasa
Dan hanya ku pendam saja




tHanKs tO ALUL,My BrotHer yG paLinG cErEwEt.... ^_^
READ MORE - Ku pEndaM Rasa

aKu RaPuH

Lelah tangan ini menulis bait-bait kehidupan
Pedih mata ini membaca huruf demi huruf keindahan
Habis suara ini mengucap kata-kata manis
Aku rapuh
Sepanjang jalan, sepanjang waktu, sepanjang proses kehidupan
Teriakan kepenatan yang mengunci jalan dan semua pikiran
Harus apa, mesti bagaimana ?
Apalah arti semua ini...
Hidup seakan mati...
Mati seakan mendamba...
Sajak-demi sajak kehidupan terlewati...
Bait demi bait waktu terlampiri...
Akankah keindahan yang dinanti menyinari kehidupan yg mati ini
Akankah...???
READ MORE - aKu RaPuH

Thursday, February 05, 2009

SimPaN aKu daLaM biLiK RuSuKmu

Akhirnya detik berhenti
Aku belum mencapai puncak
Namun telah sampai pada batasku
Akhirnya aku kembali dalam rahim sunyi
Bermuara pada diri ini
Ditangguhkan pada diri ini
Untuk setiap yang mengenang
Simpan aku dalam bilik rusukmu
Mungkin suatu saat kelak
Kita tak kenal lagi
Dan bila saat itu hadir
Aku ada di dalam bilik rusukmu
Dan kenangan akan diriku
Akan hadir kembali dalam memorimu
Simpan aku dalam bilik rusukmu
Agar aku dapat mendiami memori masamu


tHanKs tO KK eRi, yG uDaH kasIh iNsPiRasi... HwEheHe.... ^_^


READ MORE - SimPaN aKu daLaM biLiK RuSuKmu
 
MyDiaRys © 2008 Rie's Style Template Design By Herro And Cebong Ipiet
Publisher : Templatemu